Remember Us – Rahasia Mevonia

Malam menjelang dalam kepanikan di kastil Zeyzga. Kabar kegagalan itu sudah tersiar. Para penyihir yang dikirim Mahha Mevonia untuk menangkap si penyihir dalam ramalan Dieter tidak akan pernah pulang. Kematian awal, tumbal pertama dalam perang yang baunya semakin pekat. Di dalam kastil semua penyihir sibuk menjalankan tugasnya masing-masing. Semua mondar mandir lengkap dengan pakaian perang mereka, mengatur strategi bersama beberapa petinggi makhluk cahaya yang telah lama datang.

Tapi diantara mereka semua, tak terlihat sang sosok pemimpin, Mahha Mevonia. Dia tidak ada di sana. Setidaknya di tengah kerumunan. Dia masih di dalam kastil Zeyzga, berjalan di tangga spiral rahasia yang letaknya hanya dia yang tahu. Bau pengap dan basah sama sekali tidak menganggunya ketika dia turun makin jauh. Obor-obor kecil menyala lembut ketika sosoknya mendekat dan langsung mati ketika sosoknya sudah menjauh.

Siapa pun bisa melihat bagaimana kegusaran menguasai ekspresinya. Tidak. Tidak, gumamnya cepat dan berulang. Dia sudah sangat tidak sabar dan berusaha sebisa mungkin menahan dirinya untuk tidak mengunakan kekuatannya untuk sampai di ujung tangga. Tidak boleh ada sihir di sana. Dia tahu benar aturannya, dan tidak akan mau mengambil resiko apa pun di saat ini. Tidak ketika dia sudah tahu resiko yang tengah dihadapinya karena kegagalannya.

Continue Reading

5 Tips Mager Bermanfaat

MAGER

Alias males gerak, adalah kata yang kita sering gunakan ketika kita malas melakukan apa-apa dan hanya berdiam di satu tempat, berada di liang zona nyaman kita. Saya sesungguhnya orang yang mageran. Saya seratus persen orang yang nyaman berdiam di dalam rumah daripada keluar dan melakukan kegiatan lain. Duduk di sofa, selonjoran di kasur dan cuma males-malesan. Sering kali saya membenarkan mager karena mengunakan term ini sebagai reward bagi diri saya sendiri setelah melakukan kewajiban saya lainya; bekerja.

Lalu apakah setelah saya pindah ke Jerman, kerja di sini dan hidup di sini, kebiasaan mager keluar rumah ini hilang? ENGGA. Karena itu sudah masuk ke kebiasaan, susah sekali bagi saya untuk melepaskan kebiasaan mager ini. Padahal kalau mau gerak dan melakukan hal-hal lain yang berguna, tempat tinggal saya sekarang menawarkan ratusan hal yang super menarik. Sekedar jalan-jalan ke kota menikmati bangunan ala Eropa, jalanan dan lain-lainnya.

Continue Reading

Engga Enaknya Tinggal Di Jerman

Enak ya tinggal ke luar negeri? Bisa gini, bisa gitu.. bla bla bla

Enak sih enak. Tapi balance juga sama engga enaknya. Saya pasti engga akan ngepost sesuatu yang penuh drama tangisan dan macam-macam tentang betapa susahnya hidup di sini, yang ada saya pasti cuma ngepost yang indah-indah. Foto salju, foto musim semi atau bangunan-bangunan khas Eropa lainnya. Dan jelas saja foto-foto ini terlihat bagus banget dan wah, soalnya emang di Indonesia engga ada salju, coba ada salju atau yang khas Nusantara, pasti juga biasa aja.

Tapi emang apa sih engga enaknya tinggal di luar negeri, dalam kasus ini di Jerman tentu saja?

Continue Reading

Remember Us – Genderang Perang

Reven mengangkat kepalanya ketika dia merasakan sesuatu terbang di atasnya. Meski pun terlalu cepat, dia masih bisa menangkap benda–atau bisa disebutnya makhluk apa yang tengah diamatinya itu. Matanya memicing. Tak percaya pada apa yang dilihatnya.

Luca?

Instingnya mengatakan bahwa sesuatu yang buruk tengah terjadi. Dia tak pernah sekali pun melihat Luca menampakkan sayapnya, bahkan sampai perlu menggunakannya. Dia memutar langkahnya dan berlari mengikuti jejak Luca di langit. Terlalu cepat, pikirnya ketika dia kehilangan jejak Luca. Namun ketika Reven menghentikan langkahnya, inderanya yang lain justru menangkap sesuatu yang seharusnya tidak ada di kawasan hutan Merz, penyihir.

Tidak.

Continue Reading

Neuschwanstein Di Suatu Senja

“Aku bosan di München. Jalan-jalan yuk.” ucapku di suatu senja pada pacarku yang akhirnya membawa kami berdua di salah satu destinasi pilihan para wisatawan luar negeri yang datang ke München. Apalagi kalau bukan si cantik nan menawan, kastil Neuschwanstein.

Kastil cantik ini memang terletak tak jauh dari München, ibukota Bundesland Bayern di Jerman. Kami hanya perlu naik kereta regional dari stasiun utama kota München dengan tujuan kota Füssen selama kira-kira dua jam.

Continue Reading

AKU KEMBALI

Aku Kembali

Rasanya nyaman. Rasanya lega. Ketika kamu akhirnya bisa mengatakan bahwa kamu sudah pulang. Membuka kembali pintu rumah yang terlalu lama kamu tinggalkan. Menghirup udara apak dari sisa kenangan yang terabaikan. Ah, rumah lama. Aku kembali. Aku sekarang bisa lega. Bahagia akhirnya bisa memutuskan untuk kembali ke sini. Ke rumah blog yang sudah lama tak terjamah.

Continue Reading

Kunjungan Pertama di 2018

Saya kembali. Rasanya sudah lama sekali sejak terakhir kali saya menginjakkan saya di rumah saya yang satu ini. Semuanya terasa berdebu dan dipenuhi sarang laba-laba. Udaranya pengap dan ketika saya membuka jendela untuk membiarkan udara segar masuk, bunyi berdecit dari jendela kembali mengingatkan saya tentang berapa lama yang sudah saya habiskan tanpa pernah menyentuh tempat ini. Ah, saya merasa bersalah.

Sering kali, ketika saya berlarian–berjibaku dengan kehidupan saya yang akhir-akhir ini terasa menguras habis energi saya, seseorang mengur saya, lalu dia akan bertanya apa kabar rumah saya yang ini. Kenapa saya tak pernah terlihat lagi di sana dan tentang apakah atau kapan saya akan kembali bertandang. Kebanyakan saya mencoba tersenyum, menyembunyikan rasa bersalah tapi juga sulit menjawab dengan benar. Saya juga ingin berkunjung, sebenarnya. Tapi sulit sekali. Rasanya saya menghabiskan dua puluh empat jam saya untuk hal-hal lain dan itu masih kurang, lalu bagaimana bisa saya meluangkan waktu untuk rumah ini ketika saya selalu merasa waktu saya saja tidak cukup untuk hal wajib saya?

Continue Reading
1 2 3 29