Remember Us – Langkah Penyihir

Aku berjalan setengah menghentak-hentak menerobos hutan, kesal setengah mati sampai rasanya aku ingin menangis. Aku benar-benar berada dalam tingkat frustasi terparah. Oh, andai saja aku bisa membunuhnya. Aku tak yakin jika aku akan melewatkan kesempatan itu.

Reven.

Reven dan semua keegoisannya. Setelah semua yang terjadi, bagaimana bisa dia berkata seperti tadi. Dia bilang dia ingin melindungiku? Dia ingin menjagaku tetap hidup? Dan alasannya hanya supaya dia juga bisa tetap hidup? Astaga, aku tidak tahu apa yang ada di dalam darah Vlad dan Victoria hingga mereka bisa menciptakan makhluk dengan kombinasi menyebalkan dan bodoh yang paling sempurna di dunia ini. Aku harus memenuhi kepalaku dengan imajinasi tentang bagaimana aku bisa membunuhnya, mungkin aku bisa mengajaknya bertarung sampai mati, atau mungkin aku bisa mencari tumbuhan paling beracun di Tierraz dan menyumpalkannya ke mulut Reven, atau aku juga bis—

Continue Reading

Tentang Kesetiaan dan Pilihan


Malam kemarin, saya menemukan teman berbicara yang menyenangkan. Kami membicarakan banyak hal yang selama ini tidak pernah terpikir akan saya ceritakan pada orang lain. Ada sesuatu dalam dirinya yang membuat saya merasa nyaman untuk menceritakan banyak hal yang pada orang lain tak pernah saya kisahkan. Dari sekian banyak hal yang kami bicarakan, topik menjadi setia menjadi hal yang menarik perhatian saya. Ada nyeri yang menyapa setiap kali saya membicarakan hal ini. Dia mendengarkan saya, tidak menyela dan hanya bertanya ketika waktunya tepat. Lalu ketika saya selesai dengan semua cerita saya, dia tidak menyalahkan sosok yang berada dalam cerita saya. Malah dengan lantang dan tegas, dia bilang bahwa itu normal. Bahwa memang seperti itulah prosesnya.

Continue Reading

Remember Us – Tatriana

“Kau sudah mengatasinya?”

Edna tidak menjawab dan hanya mengangguk kecil sembari berjalan lurus menuju perapian di ruangan Luca. Dia membungkuk sedikit dan mengulurkan tangannya, menyentuh kayu-kayu yang bertumpuk di perapian. Sebentar kemudian api biru membakar kayu-kayu itu hingga hangat menyebar ke seluruh ruangan yang semula dingin. Edna menarik tangannya perlahan sebelum dia berbalik dan memandang Luca yang sedari tadi mengamatinya.

“Kenapa kau merasa penting membunuh perempuan itu? Apa masalahnya jika Reven tahu rencanamu, jika pun dia menolak dan membangkang, kita bisa langsung menyingkirkan dia. Reven mungkin memang punya kemampuan bertarung yang cukup baik, tapi dia bukan apa-apa jika melawan kita.” Ucap Edna cepat dengan tangan terlipat di depan dadanya.

Continue Reading

Remember Us – Tindakan Awal

“Jangan melakukan apa pun. Kau tidak perlu melakukan apa pun. Kau hanya perlu menunggu dan Sherena Audreista akan lenyap tanpa kau perlu mengotori tanganmu dan mengambil risiko tak perlu.”

Lucia memejamkan matanya. Mencoba menghilangkan kalimat-kalimat itu dalam kepalanya, tapi semakin dia memokuskan dirinya, semakin suara perempuan api itu memenuhi kepalanya. Dia akhirnya membuka matanya ketika mendengar suara langkah seseorang mendekat ke arahnya.

“Apa yang kau lakukan di sini, Lucia?”

Suara itu terdengar tidak senang, tapi wajah Lucia terlihat lebih tidak senang dan dia memandang sinis perempuan itu.

“Hentikan, Victoria.”

Continue Reading

AUPAIR YA? atau TIDAK?

Menjadi seorang aupair tentunya adalah sebuah keputusan yang besar. Ketika kamu mengambil keputusan itu, berarti kamu telah siap untuk masuk ke tahap lain di hidup kamu. Namun banyak juga dari para aupair yang merasa keputusan menjadi aupair adalah salah, justru ketika mereka sudah berada di negara lain tempat mereka menjalankan program aupair.

Coba pikirkan berapa banyak uang yang sudah mereka keluarkan dan berapa banyak waktu yang sudah mereka habiskan untuk bisa sampai di sana dan ternyata ujung-ujungnya mereka menyerah. Kalau sudah ada di negara lain, pilihan mundur jelas sudah sedikit terlambat, bukan? Nah sebelum semua itu terjadi, coba cek poin-poin yang aku akan sebutkan setelah ini untuk mengecek apakah kamu sudah benar-benar siap untuk menjadi aupair di negara lain (terutama Jerman atau Austria).

Continue Reading

Remember Us – Aura Sihir

Elegyar Foster memandang sosok-sosok berjubah yang berdiri tak jauh darinya dan kelompok kecil yang dibawanya. Bersembunyi di bawah tudung jubah mereka, Foster tetap tahu siapa saja yang ada di balik bayang gelap itu. Entah bisa disebutnya anugrah atau kelemahan, sejak lahir Foster bisa melihat aura sihir siapa pun dan apa pun di Tierraz. Setiapnya tak sama dan memiliki pola yang berbeda tergantung kekuatan di dalamnya. Dari sanalah dia bisa mengenali siapa atau apa saja dari aura sihir mereka.

Foster masih ingat dengan jelas bagaimana masa kecilnya hanya dihabiskannya untuk belajar mengendalikan penglihatannya akan aura sihir. Dia beruntung karena Lord Lagash akhirnya menemukan seseorang untuk menolongnya. Sebab jika tidak, dia akan buta. Tak ada apa pun yang bisa dilihatnya. Tidak cahaya bintang, matahari, hanya jaring-jaring aura sihir, sebab Tierraz adalah tanah sihir. Setiap jengkalnya punya sihir tersembunyi.

Continue Reading
1 2 3 28