Karena Perempuan Itu Menyukai Kepastian

Perempuan adalah satu kaum yang paling rumit pemikirannya. Entah bagaimana kadang apa yang terucap di bibir perempuan itu sama sekali tidak sama dengan apa yang ada di hatinya. Apa yang diucapkan perempuan adalah hasil saringan-saringan dari logika dan perasaannya sehingga kadangkala apa yang ada tidak serupa dengan apa yang harusnya ada. Terlalu banyak pertimbangan-pertimbangan yang membuat perempuan seringikali menjadi orang yang tidak jujur.

Di samping itu, perempuan itu banyak maunya. Banyak pengharapannya. Banyak keinginan-keinginan yang diharapkannya diwujudkan oleh orang-orang tertentu, utamanya orang yang dikasihinya. Disini mungkin laki-laki yang dikasihinya. Banyak mau tapi tidak diutarakan langsung. Lewat kata-kata kias yang kadang malah sulit dipahami laki-laki. Lewat sindiran-sindiran guyon yang kerap tidak dipahami laki-laki. Ah, mau perempuan itu. Sulit memang.

Continue Reading

Laki-Laki yang Seperti Itu

Laki-laki yang seperti itu..

Yang mengerti aku lebih dari diriku sendiri. Aku bukan tipe wanita penuntut. Aku hanya seperti kebanyakan perempuan lainnya, ingin diperhatikan dan dipedulikan. Tidak banyak kok. Hanya sedikit sapaan dan basa-basi yang sepertinya sudah basi.

“Sekarang lagi apa?”
“Jangan lupa makan ya.”
“Jangan lupa shalat lima waktu.”

Continue Reading

Momentum Cinta Pertama

Ini Cinta Pertama

First Love..

Bagi kebanyakan orang. Cinta pertama memang dianggap merupakan hal yang sangat penting. Sebuah momentum yang terjadi sekali dan tidak akan bisa diulang kembali. Aku juga berpendapat demikian. Bagiku, cinta pertama adalah cinta yang paling jujur diantara cinta-cinta yang lainnya. Cinta pertama mengajarkanku untuk pertama kalinya benar-benar merasa cemburu, marah, bahagia dan sedih. Disini bagiku cinta pertama bahkan lebih dari sekedar yang dianggap baik.

Continue Reading

BAPAK

Bapak..

Bagiku bapakku adalah laki-laki yang paling bertanggung jawab di dunia. Laki-laki paling baik dan yang paling memahami dan mengerti aku. Bagi kebanyakan orang, bapak mungkin kelihatan sebagai orang yang sangat galak.  Aku pun tidak menyalahkan persepsi orang-orang tersebut. Bapak itu orang Surabaya asli. Lahir dan dibesarkan bertahun-tahun di kota pahlawan tersebut. Logat dan kosa kata Surabaya yang cenderung keras dan kasar kadang  memang masih terbawa sampai sekarang meskipun bapak sudah berpuluh-puluh tahun pindah ke sebuah desa kecil di kaki gunung Wilis. Mungkin itulah yang menyebabkan bapak terlihat galak. Perangainya yang kadang sangat temperamen pun mempengaruhi hal tersebut. Tapi bagiku itu tidak penting. Bagiku bapak tetap sosok yang sangat kukagumi dan kuhormati. Seringkali di depanku bapak menjadi orang yang sangat suka melucu. Tidak bisa serius dan kadang kekanak-kanakkan. Ah, bapakku. Manis sekali dengan dua sisi yang sangat bertolak belakang tersebut.

Continue Reading

TARGET 23

Sudah bukan hal yang luar biasa lagi ketika kukatakan aku seorang pemimpi. Ya, aku adalah seorang pemimpi. Seorang pelukis masa depanku sendiri. Aku suka membuat rencana-rencana untuk setiap momen-momen indah yang mungkin akan ada di masa depanku nanti. Dan TARGET 23 adalah salah satunya. Bolehkah kubagi cerita TARGET 23 disini? Akan kukatakan satu cita-citaku, sebuah impian, sebuah cita-cita awal yang muncul ketika aku bahkan belum tahu apa itu cinta, cita-cita yang masih hidup dalam diriku meski aku sudah memutuskan untuk menundanya. Membatalkannya mungkin.

Cita-cita dan impian untuk menikah muda dan menjadi ibu muda. Aneh? Lucu? Maka tertawalah. Tidak apa-apa. Aku bahkan sering menertawai diriku sendiri dalam hal ini. Terdengaar konyol memang, tapi aku memang menginginkannya. Aku memang yang menjadikannya sebuah impian. Sebab aku ingin menikah di usia dua puluh tiga tahun, lalu memiliki anak di tahun selanjutnya. Itulah kenapa kunamakan impian (cita-cita) ini TARGET 23.

TARGET 23, aku tertawa senang. Menjadi istri. Ada pernikahan. Menyenangkan pasti. Aku akan menjadi wanita paling cantik di hari pernikahanku. Aku akan jadi orang pertama yang mengucapkan alhamdulillah ketika laki-lakiku selesai mengucapkan ijab qabul dalam satu tarikan nafasnya. Aku akan menjadi wanita paling bahagia di hari itu. Aku akan menyukuri detik demi detik melelahkan ketika aku harus menerima dan menyalami setiap orang yang memberi doa untuk kebahagiaan. Aku akan bersyukur. Sangat bersyukur. Aku akan bahagia, sangat bahagia.

Continue Reading

Sahabat

Sahabat?

Adalah mereka yang mengenggam tanganku erat-erat ketika teman yang lain sibuk dengan urusannya masing-masing. Sahabat adalah mereka yang tahu bahasa kediamanku ketika aku tidak mengatakan apapun.

Continue Reading

Harapan

Aku adalah orang yang terbiasa bermimpi. Bukan hanya terbiasa, merencanakan sesuatu di masa depan adalah sebuah hobi bagiku. Merencanakan banyak hal-hal besar yang akan membuatku tersenyum.

Aku akan pergi ke Jepang. Aku akan menikah dengan laki-laki yang kucintai. Aku akan memiliki tiga anak yang akan sangat kusayangi. Dan aku akan hidup dengan berguna dan bahagia.

Continue Reading