Malaikat Hujan – Nuna (Part 2)

Sudah lama sekali sejak aku terakhir kali memposting cerita ini. Tapi, pada akhirnya lanjutannya ada juga di sini. Hup hup. Kisah ini hampir terlupakan gara-gara aku sibuk berkutat dengan HV.

Jika saja, sahabatku tidak mengingatkanku akan cerita ini dan memintaku mempostingnya, mungkin aku benar-benar lupa. Hahahah. Erel.. maaf ya.

Well, aku tidak akan bercuap-cuap lagi. Selamat membaca. Chapter ini kudedikasikan untuk sahabat terbaikku sepanjang masa.

Bebeh, ini loh yang kamu minta. Kisahnya Erel sama Nuna. Hohoho.

Salam

@amouraXexa

Continue Reading

Another Story – Senyuman

Aku benar. Hari-hari selanjutnya memang menarik. Ar sudah berhenti merecokiku ketika kami berlatih. Dia memang tidak menjadi dekat denganku, namun lebih seperti mengabaikanku. Aku tidak peduli. Dia membosankan. Sementara dia sibuk melatih para junior kami, aku duduk mengamati setiap gerakan mereka. Mempelajari hal-hal seperti apa yang menyebabkan beberapa slayer kadang menjadi sangat sulit dihadapi.
“Hai.” Seseorang menepuk pundakku dengan riang. Aku yang sedang terfokus pada gerakan Ar menoleh dengan terkejut hanya untuk mendapati Rena tersenyum lebar dan mengambil duduk di dekatku, “Kau tidak bergabung?” tanyanya mengikuti arah pandangku sebelumnya.
“Malas.” Jawabku asal membuat dia cemberut. Aku tersenyum. Akhir-akhir ini kami menjadi sering ngobrol dan kurasa aku bisa mengubah sedikit pendapatku tentang gadis periang satu ini, dia lumayan menyenangkan. Kecuali untuk sifat ingin tahunya yang sering menyulitkanku, dan kemunculannya yang kadang tiba-tiba—seperti tadi misalnya. Kurasa aku harus mulai mengenali baunya dengan benar.

Continue Reading

Half Vampire – Epilog

Akhirnyaaaa… aku bisa memposting Epilog Half Vampire. Ah aku lega dan juga sedih. Ini artinya perpisahan untuk Reven. Bagaimana ya? Aku tidak bisa kehilangan si duta anti move on yang satu ini. Tapi..tapi cerita ini harus berakhir. Memang begitu. *pasrah*
Astaga astaga.. aku punya ide.
REMEMBER US.
Aku akan menulis short story tentang tokoh-tokoh HV. Siapapun dan dalam waktu yang berada di HV atau mungkin sebelum dan sesudah HV. Bisa saja minggu depan aku posting REMEMBER US : Rena – Reven. Cerita tentang bagaimana kisah mereka setelah HV selesai. Mungkin bakalan banyak adegan romantis. Muahahahhahaa *evil laugh*
Abaikan. Kurasa aku tidak jago menulis cerita romantis. Mungkin jatuhnya aneh. Hahahha. Pokoknya REMEMBER US, isinya cerita-cerita tokoh HV. Nantikan ya.. bisa saja itu kisah bahagia Rena-Reven, atau malah kisahnya Reven-Noura. Mungkin Damis-Lyra juga menarik. Mereka pasangan yang unik.
Oh oh tidak. Aku bicara banyak sekali.
Baiklah.. langsung saja ya. Selamat membaca..
Salam
@amouraXexa

Continue Reading

Xexa – Mohave

“Jadi kalian semua bersekongkol menyembunyikan ini dariku?” teriak Dave berang di depan Azhena, Argulus dan Mora. Sementara itu Ares dan Fred berdiri di sudut ruangan, hanya mendengarkan.

Azhena maju selangkah, kegusaran itu jelas tak bisa tersembunyi dari wajahnya. Dia melihat sekilas pada Mora yang hanya menunduk, “Kami punya alasan untuk melakukan ini.”

Dave mendengus, “Alasan? Alasan macam apa bibi? Karena ibuku?” dia berjalan menyeberangi ruangan, “Omong kosong.” Teriaknya seraya berbalik dan menatap mereka semua dengan kemarahan meluap, “Harusnya, dengan semua usia dan kebijaksanaan yang kalian miliki. Kalian bisa memilah apa yang penting dan tidak penting. Dan jika ramalan kuno, Xexa dan kakakku masuk dalam kategori tidak penting itu. Kalian melakukan kesalahan besar.”

“Dav-“

“Cukup, Argulus!” potong Dave berapi-api. Meskipun secara usia, Dave yang paling muda di sini. Namun semua yang ada di ruangan ini menyadari bahwa tidak akan mudah untuk menyurutkan kemarahannya. Dave adalah pemimpinnya.

Continue Reading