Remember Us (TEASER)

Halooo, astaga astaga. Rasanya lama sekali sejak aku memposting ceritaku yang terakhir kali. *tengok arsip* OMG!!!! >.< Dua bulan tanpa postingan apapun. Aku merasa berdosa. *pandangin kaca*
Tapiii… aku akan membayar segalanya dengan kejutan ini. Ini juga sekaligus akan menjadi ucapan bahagiaku sebagai seorang Virgo yang telah berulang tahun tanggal dua kemarin. Hahahayy.. tambah tuaaa… *benerin poni*.
Well, tidak perlu berlama-lama. Akan aku katakan apa itu..
Astagaa… aku bersemangat sekali. Emm begini-begini, aku tahu banyak dari kalian yang merindukan HV, dan aku tidak bisa munafik kalau aku juga merindukan mereka semua, terutama REVEN. Astaga.. astaga.. aku kangen nulis tentang dia dan apa yang terjadi diantara dia dan Sherena. Menulis Remember Us yang tidak pasti jadwalnya membuatku frustasi. Jadi aku memutuskan akan menulis RU secara konsisten seperti ketika aku menulis HV, entah untuk satu minggu atau dua minggu sekali. Seperti yang kalian katakan, ini akan lebih seperti HV bagian kedua. Hahahhaha, rasanya seperti menjilat ludah sendiri ketika dulu kukatakan aku tidak tahu akan menulis itu lagi atau tidak. Tapi aku.. aku tidak bisa menghindari pesona Reven. Huhuhuhu.
Tapi.. meskipun RU menjadi proyek tetap, Xexa, Another Story dan Malaikat Hujan akan tetap jalan juga. Jadi kuharap aku punya banyak cadangan imajinasi di kepalaku. Dan sekarang…. selamat membaca.. FYI, ini hanya teaser. LOL 😛
Versi lengkapnya ditunggu saja yaaa…
*kecuuuupp*

Continue Reading

Kenangan Kita

Memilih menjadi seperti ini. Memilih bertahan seperti ini. Meskipun terasa begitu sulit dan  beban yang tertanggung sedemikian rupa, tapi di sinilah aku. Berada di jalan yang membawaku tetap bersamanya. Tidakkah dia ingin tahu kenapa aku bisa bertahan sejauh ini dengan semua keadaan yang ada? Tidakkah dia penasaran kenapa aku diam sementara waktu memampangkan kisah lalu yang tak mudah?

Jawabannya hanya satu. Kenangan. Aku bertahan sejauh ini dengan berpegangan erat pada kenangan tentang kami. Aku diam akan semua yang terjadi di masa kemarin karena kenangan itu melembutkan amarahku dan membelai lembut kepalaku yang memusing karena hal buruk di masa itu.

Continue Reading