Remember Us – Pulang

“Pilihannya hanya mati di sini, sekarang juga, atau bergabung bersama kami?”

Suara Nerethir menggema di dalam telingaku. Bahkan kuyakin di telinga semua vampir yang ada di sini. Nerethir mengucapkannya dengan jelas. Jika kami semua ingin hidup, maka kami harus bergabung bersama mereka.

Aku melirik hati-hati pada wajah serius Reven. Dia menatap lurus mata Nerethir yang sedikit memiringkan kepalanya dan menatap Reven dengan wajah jenaka menyebalkan seolah dia telah tahu jawabannya.

Reven menarik nafas panjang, dadanya membusung. Ketegasan itu terukir jelas dan aku langsung tahu apa yang akan dipilihkannya sebagai takdir kami, para vampir.

“Kami akan bergabung.”

Continue Reading

Xexa – Perintah Pertama

Dave memijit keningnya dengan keras dan cepat. Kepalanya terasa berdenyut-denyut menyakitkan jika dia mengingat kembali apa yang dikatakan Foster padanya beberapa saat yang lalu.

Sang putri penjaga sudah lama mati dan rahasia keberadaan Xexa terkubur bersama kematiannya.”

Sang putri penjaga yang merupakan satu-satunya jalan baginya untuk menemukan Xexa, sudah mati? Lalu apa gunanya pencarian panjang orangtuanya jika titik kunci mereka sudah tidak ada. Sang putri penjaga sudah mati. Dave mengulang lagi fakta itu dan pusing di kepalanya semakin bertambah.

Dia mendongak, menyadari Foster yang masih mengamatinya. Dia tahu dia tak mengatakan apapun sejak tadi. Dave terlalu terkejut dan putus asa untuk merespon sesuatu. Untungnya Foster nampak mengerti dan sama sekali tak mengusik Dave yang jelas kebingungan dengan situasinya sekarang.

“Apa kau yakin jika sang putri penjaga itu sudah mati?” dia bertanya, berharap mendengar jawaban lain.

Continue Reading

Xexa – Foster

Fred nyaris saja melemparkan mantera siksaan ke anilamarrynya ketika Ahriman yang muncul mendadak ketika dia berjalan sendirian kembali ke tempat teman-temannya yang lain, membuatnya terlonjak kaget.

“Kau membuatku terkejut.” ucapnya dengan nafas tak teratur. Dengan dengusan setengah kesal, dia menyelipkan kembali tongkat sihirnya.

“Ada apa? Tak biasanya kau muncul tanpa ada panggilan dariku?” tanyanya sambil menatap Ahriman yang mengambil wujud laki-laki tua dengan jubah berwarna abu-abu kusam yang menutupi seluruh tubuhnya. Menyisakan seraut wajah yang nampak terlalu serius untuk usia setua itu.

“Anda sudah tahu siapa anda sebenarnya, bukan?”

Continue Reading

Remember Us – Penawaran Nerethir

Butuh beberapa saat yang lama bagiku untuk mencerna semua yang dikatakan oleh Victoria. Kami semua sudah berada di ruang pertemuan di dalam kastil dan mendengarkan cerita Victoria tentang siapa sebenarnya Edna dan apa hubungannya dengan kami, bangsa vampir.

Aku melihat Reven membulatkan matanya sementara Damis kehabisan kata-kata dan menampilkan wajah pias. Aku sendiri menatap Victoria dengan mulut terbuka, tak bersuara. Jelas tak satupun dari kami bisa mengerti.

“Setelah Luca membunuh Midelle dan Valerie. Anak buah Luca lainnya menyeret kami menuju lapangan besar dan di sana semua kaum kami, vampir asli Tierraz, diikat dan dikumpulkan dala satu kelompok besar. Di depan mereka, anak laki-lakiku, Rilley, diikat dengan cara yang sama dengan dua makhluk angin menjaga di kiri kanannya.”

Victoria terdiam sejenak, aku bisa melihat satu butir bening airmata mengalir dari sudut mata kirinya, “Luca tak pernah menarik apa yang dikatakannya. Dan dia memaksa aku dan Vlad melihat pembantaian besar-besaran. Darah kaumku, seluruh dari mereka dihabisi di depan mata kami. Semua pedang makhluk kegelapan hari itu berlumur darah para vampir. Dan sebagai penutupnya, Luca sendiri yang membunuh Rilley. Menghancurkan kepala putera kebanggaanku di depanku. Aku hanya bisa melihat ketakutan di mata Rilley sebelum pedang Luca menghujam puncak kepalanya. Aku.. tidak bisa melakukan apapun. Ketika anak-anakku dan kaumku dibantai di depan mataku. Aku tidak bisa melakukan apapun.”

Continue Reading

Remember Us – Kisah Lama Victoria Lynch

“Si.. siapa kau?” suaraku bergetar dan aku sadar bahwa aku mungkin sedang menanyai mautku.

Tapi wanita di depanku justru tersenyum tipis, “Kau rupanya juga bagian dari Vlad dan Victoria, ya?” suaranya lembut dan merdu. Serta terdengar bersahabat di telingaku. Semoga saja ini semua bukan hanya siasat. Aku belajar untuk tidak percaya pada tutur kata lembut dan bersahabat. Sebab ingatlah, vampir—termasuk aku—menggunakan nada itu sebelum kami membunuh mangsa kami.

“Apa hubungannya kau dengan Vlad dan Victoria?” aku masih terdengar tidak tegas namun getar di suaraku sudah lenyap.

“Kenapa aku cuma merasakan kehadiran Victoria? Dimana Vlad?”

Continue Reading

Another Story – Peringatan

Sejak aku berjalan keluar dari pintu rumah ini, dan melangkah semakin jauh ke arah hutan, aku sadar ada tiga sosok lain berpencar mengikutiku dari sisi yang berbeda. Ramuel, Lukas dan Gloria, hanya dengan memejamkan mataku sesaat, aku tahu itu merela. Tapi aku hanya diam dan membiarkannya.

Sudah beberapa waktu berlalu sejak kejadian dimana Damis mengambil secara paksa Rena dariku, dan semua anggota kelompokku berjaga siaga di sekitarku. Aku paham benar apa yang ditakutkan oleh mereka. Apalagi sejak Vlad secara pribadi datang ke rumah kelompok kami. Aku jelas tidak akan bisa melupakan apa yang telah Vlad lakukan di depan kami semua pada Michail.

Continue Reading

Xexa – Tentang Areschia

“Sebenarnya apa yang terjadi dengan tempat ini?”

Ribi memandang ke sekitarnya dengan tidak percaya. Bukit tempat mereka terjatuh setelah teleportasi yang dilakukan oleh Dave bahkan terlihat lebih indah daripada tempat ini. Ribi menyipitkan matanya tak percaya, mereka sudah berjalan lama sejak Dave memutuskan bahwa mereka harus segera bergerak.

Namun lihat apa yang mereka temukan setelah berjalan berjam-jam, sebuah desa porak poranda dengan semua tanaman dan pepohonan yang melayu siap mati. Tanah berbau anyir meski tak satupun mayat, entah manusia atau binatang ada di sekitar mereka. Udara membawa hawa kematian dan kengerian yang nyata. Bangunan-bangunan rumah nampak siap roboh jika kau mendekat satu langkah saja. Sisa-sisa peralatan yang menunjukkan adanya kehidupan di tempat ini sebelumnya, nampak berserakan begitu saja di halaman-halaman atau bahkan di jalanan.

Continue Reading
1 2 3 6