Another Story – Kematian Sang Calon Ratu

Saat aku melewati lorong lantai dua kastl ini, suara-suara mendadak teredam dan sepanjang koridor yang gelap dan dingin, aku sama sekali tidak mendengar apapun. Kurasa Vlad menggunakan sihirnya di sini. Aku tidak tahu apa saja yang para vampir kuno bisa lakukan, tapi jika semua kekuatan itu dan watak Vlad dijadikan satu, maka hasilnya tidak bagus. Namun aku tidak menyalahkannya melakukan itu kali ini. Sebab jika aku jadi dia dan harus menghadapi vampir keras kepala seperti Noura, mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama—atau mungkin lebih parah.

Aku mengetuk pelan setelah sampai di depan pintu ruangan Noura. Tak terdengar suara atau pergerakan apapun dan akhirnya aku memilih masuk. Mendorong pintu kayu itu pelan. Lalu di sanalah dia, menatap ke arah luar melalui satu-satunya jendela yang ada di ruang pribadinya. Aku berjalan ke arahnya dan berhenti tepat di sampingnya.

“Rindu pada dunia luar?” sapaku.

Continue Reading

Remember Us – Lukisan Rowena

Reven menarik nafas panjang, membiarkan udara dingin memasuki paru-parunya. Menebarkan sensasi nyaman yang didapatnya ketika dia bernafas. Dia berdiri di depan balkon bangunan tempat tinggalnya. Menikmati udara malam menampar-nampar wajahnya. Dalam bayangan kegelapan malam, dia mengamati sekitarnya, pepohonan tinggi serupa raksasa gelap mengelilingi mereka, lalu di kejauhan, sebuah tanah lapang luas nampak seolah bergoyang, bunga-bunga ungu setinggi lututnya jelas penyebabnya. Angin sedang bertiup tidak ramah malam ini.

Dia tidak mengerti kenapa Victoria berkeras menyebar benih bunga-bunga ungu itu di dekat kastil kecil mereka ketika sebagian besar anggota kelompok lain menolaknya. Itu hanya akan menarik perhatian dari para manusia. Manusia akan menemukan tempat ini dan pada akhirnya mereka yang akan pergi. Mencari tempat lain dan membangun segalanya dari awal lagi.

Tapi ketika Victoria memaksa, tak ada siapapun bahkan dirinya yang bisa menolak. Victoria memiliki aura itu. Kekuasaan, kekuatan dan pengaruh besar. Tiga hal yang seharusnya bisa digunakannya untuk membawanya pada posisi tertinggi di ras mereka. Namun Victoria menolak dan menyerahkannya padanya, satu hal yang alasannya tidak pernah dia tahu.

“Aku berhutang banyak padamu.”

Continue Reading

Xexa – Kisah Tentang Masa Awal

Jubah Lagash yang ringan berayun-ayun ketika dia melangkah dengan resah. Wajahnya yang biasanya tenang dan terkendali terlihat keruh dan jelas menyatakan segalanya tidak berjalan sesuai yang dia mau.

“Kau merasakannya?”

Suara lembut wanita itu membuatnya berhenti. Dia menoleh, kegelisahannya sedikit menguap ketika dia melihat keanggunan Mora. Rambut putih peraknya yang panjang terlihat berkilau dan gaunnya yang jatuh menyentuh tanah entah kenapa terasa semakin membuat dia terlihat luar biasa. Dan berbincang biasa dengan Mora tanpa melibatkan semua tata atur kerajaan membuatnya lega.

Lagash mendesah, ini bukan waktunya merindukan masa-masa lama.

Continue Reading

Another Story – Awal Masalah

Aku menatap hewan liar yang tengah mengawasi buruannya dengan lapar beberapa meter dariku. Dia menahan geramannya dan aku menahan setiap gerak dari bagian tubuhku agar dia tidak menyadari bahwa aku ada di dekatnya. Hewan penuh taring dengan mulut sudah penuh liur karena tidak sanggup menahan rasa laparnya dengan melihat rusa kecil tersesat tak jauh darinya itu bahkan tak tahu bahwa bukan dia satu-satunya yang tengah berburu sekarang.

Tepat bersamaan dengan langkah kaki dan auman pertamanya sebelum berlari menyergap si rusa, aku juga berlari ke arahnya dan menerjangnya. Suara auman murka terdengar sebelum kami berdua bergulingan di tanah. Hanya perlu beberapa detik sigap dan aku sudah berdiri, sendirian. Tanpa terluka sedikitpun. Sementara si  hewan predator malang itu sudah terkapar tak berdaya, mati.

Continue Reading