Remember Us – Niat Awal

“Apa yang harus kulakukan sekarang?”

Aku berkata dengan frustasi sambil menjambak bagian depan rambutku dengan kesal. Kenapa aku membiarkan kata-kata makhluk angin sialan itu mengacaukanku? Kenapa aku tidak bisa sedikit saja berusaha mengontrol diriku sendiri? Dengan meneriakinya begitu dan tergopoh pergi dari hadapannya sama saja mengisyaratkan bahwa semua yang dikatakannya adalah kebenaran.

“Aku mencurigai makhluk angin bernama Memnus itu,” suara Damis semakin kepalaku. Aku mendesah dan mengusap wajahku dengan lelah.

Tidak bisakah aku punya hidup yang biasa-biasa saja?

Continue Reading

Xexa – Pengkhianatan Lain

Dave bahkan sadar bahwa dia menahan nafasnya ketika dia melihat bangunan besar di depannya itu. Dia baru saja keluar dari kepungan semak-semak liar ketika menyadari tanah luas di depannya dan sebuah bangunan tua kokoh itu. Dia tak yakin apakah itu kastil karena arsitekturnya yang terasa berbeda dengan kastil-kastil yang pernah dibangun di Tierraz. Dinding-dindingnya terbuat dari batu hitam yang ditata apik dengan bentuk sederhana. Satu menara tinggi dan sebuah balkon utama yang menghadap ke arahnya nampak dihiasi sulur-sulur cantik dan bunga rambat lainnya.

“Tempat ini benar-benar ada.”

Kepala Dave menoleh ke arah Foster di sampingnya yang ekspresi wajahnya tak jauh berbeda darinya. Bahkan menurut Dave, ada bagian dari diri Foster yang seolahmengenal kastil di depan mereka ini.

“Apa maksudmu dengan tempat ini benar-benar ada? Kau pernah mendengar tentang kastil ini sebelumnya?”

Continue Reading