Another Story – Peringatan

Sejak aku berjalan keluar dari pintu rumah ini, dan melangkah semakin jauh ke arah hutan, aku sadar ada tiga sosok lain berpencar mengikutiku dari sisi yang berbeda. Ramuel, Lukas dan Gloria, hanya dengan memejamkan mataku sesaat, aku tahu itu merela. Tapi aku hanya diam dan membiarkannya.

Sudah beberapa waktu berlalu sejak kejadian dimana Damis mengambil secara paksa Rena dariku, dan semua anggota kelompokku berjaga siaga di sekitarku. Aku paham benar apa yang ditakutkan oleh mereka. Apalagi sejak Vlad secara pribadi datang ke rumah kelompok kami. Aku jelas tidak akan bisa melupakan apa yang telah Vlad lakukan di depan kami semua pada Michail.

Continue Reading

Another Story – Perlindungan yang Gagal

Ketika aku melangkah keluar, bau hutan langsung memasuki indera penciumanku dan tak jauh dariku, aku bisa melihat Rena yang sedang kalut mencari jalan untuk bisa kembali ke tempat Ar.

“Rena.” panggilku pelan dan dia menoleh ke arahku. Tidak butuh waktu lama hingga akhirnya dia berlari ke arahku. Atau awalnya itulah yang kupikirkan. Sebab ternyata Rena hanya berlari melewatiku. Dia nampak panik meraba-raba seluruh dinding tebing yang ada di belakangku.

“Arshel kumohon.” Rintihnya frustasi dan dia terlihat semakin tak terkontrol. Dengan semakin panik, Rena mencabuti sulur-sulur yang menjuntai menutupi dinding tebing.

“Rena, hentikan itu.” Aku menariknya menjauh. Tapi dia menyentakkan tanganku dengan kasar. Matanya memerah marah dan dia menatapku dengan emosi tidak terkontrol.

“Sebenarnya apa yang terjadi?” teriakku padaku.

Continue Reading

Another Story – Bertemu Kembali

 Teriakan kegembiraan dan gema lega memenuhi aula utama di kastil utama. Namun bagiku, ini seperti lingkupan ketakutan.
Sang pengganti calon ratu telah ditentukan. Temukan dia dan kita lepas duka atas Noura. Bawa Sherena Audreista ke kastil ini dan bayangan lemah ras kita akan lenyap. Tuntun atau seret sang heta dan beri dia seluruh kehidupan kita.”
Suara Illys seperti suara pengabar maut untukku. Nama itu begitu jelas dikabarkan dan tak ada heta lain dalam kerajaan manusia dengan nama itu. Hanya dia, hanya Renaku. 

Continue Reading

Another Story – Kematian Sang Calon Ratu

Saat aku melewati lorong lantai dua kastl ini, suara-suara mendadak teredam dan sepanjang koridor yang gelap dan dingin, aku sama sekali tidak mendengar apapun. Kurasa Vlad menggunakan sihirnya di sini. Aku tidak tahu apa saja yang para vampir kuno bisa lakukan, tapi jika semua kekuatan itu dan watak Vlad dijadikan satu, maka hasilnya tidak bagus. Namun aku tidak menyalahkannya melakukan itu kali ini. Sebab jika aku jadi dia dan harus menghadapi vampir keras kepala seperti Noura, mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama—atau mungkin lebih parah.

Aku mengetuk pelan setelah sampai di depan pintu ruangan Noura. Tak terdengar suara atau pergerakan apapun dan akhirnya aku memilih masuk. Mendorong pintu kayu itu pelan. Lalu di sanalah dia, menatap ke arah luar melalui satu-satunya jendela yang ada di ruang pribadinya. Aku berjalan ke arahnya dan berhenti tepat di sampingnya.

“Rindu pada dunia luar?” sapaku.

Continue Reading

Another Story – Awal Masalah

Aku menatap hewan liar yang tengah mengawasi buruannya dengan lapar beberapa meter dariku. Dia menahan geramannya dan aku menahan setiap gerak dari bagian tubuhku agar dia tidak menyadari bahwa aku ada di dekatnya. Hewan penuh taring dengan mulut sudah penuh liur karena tidak sanggup menahan rasa laparnya dengan melihat rusa kecil tersesat tak jauh darinya itu bahkan tak tahu bahwa bukan dia satu-satunya yang tengah berburu sekarang.

Tepat bersamaan dengan langkah kaki dan auman pertamanya sebelum berlari menyergap si rusa, aku juga berlari ke arahnya dan menerjangnya. Suara auman murka terdengar sebelum kami berdua bergulingan di tanah. Hanya perlu beberapa detik sigap dan aku sudah berdiri, sendirian. Tanpa terluka sedikitpun. Sementara si  hewan predator malang itu sudah terkapar tak berdaya, mati.

Continue Reading

Another Story – Keluarga

Aku berlari menuju kastil asrama. Aku berlari secepat yang aku bisa dan menerjang ke dalam ruangan pribadi Rena. Tapi ruangan itu kosong, hanya menyisakan sisa-sisa bau tubuhnya yang kukenali dengan benar. Aku kalut. Aku tidak menemukan semua orang. Aku tidak menemukan satupun heta ada di sekitar sini.

Sial, kemana mereka semua?

Memejamkan mataku, aku menarik nafas dalam. Menenangkan diri dan mulai memindai sejauh wilayah yang bisa dijangkau kekuatanku. Dimana? Dimana semuanya? Seharusnya tidak sulit mencari dimana keberadaan kerumunan manusia. Tapi sialnya terasa sulit ketika yang menguasai seluruh otak dan pikiranku adalah Rena.

Continue Reading

Another Story – Janji

KABAR GEMBIRA!!! KABAR GEMBIRA!! Lappy-ku sudah sembuh, dia sembuh! Ahh ngga terkira bagaimana bahagianya aku. Akhirnya aku bisa nulis lagi. Endlich….

Well, pasti pada nanyain tentang RU-kan? Sabar yah sayang-sayangku. Aku masih harus edit beberapa bagian dan yah meskipun lappynya uda sembuh. Dia ngga 100% sembuh. Mau tahu apa? Ngga ada Ms. Office di dalamnya. Sedih banget. Aku nulis di Wordpad dan itu ngeselin banget. Oh aku pengen Ms. Word-ku. Hiks hiks.. tapi yahhh uda untung dia sembuh yah. Sudah untung sembuh :”)

Duh kok banyak omong gini sih. Selamat membaca.

Love you all.. *ketjup*

@amouraXexa

Continue Reading