Surat Untuk Suami

Hei, kamu… Suami. Apa kabar?
 
Apakah disana—dimanapun kamu berada—kamu baik-baik saja? Aku selalu berdoa agar kamu baik-baik dan selalu seperti itu. Sebab aku berharap, ketika Tuhan akhirnya mempertemukan kita dalam tegas suaramu di akad kita, kamu menjadi yang terbaik yang selalu Tuhan janjikan untukku. Dan sampai saat itu tiba. Aku akan menunggu dengan (sedikit) sabar di sini.
 
Sejujurnya malah, aku sama sekali tidak sabar. Aku ingin kita bertemu. Aku ingin kita jatuh cinta. Dan aku.. ingin kita menikah. Sehingga bisa kusebut kamu, suamiku. Laki-laki yang dihalalkan untukku. Ah, halal. Pasti sangat membahagikan jika seperti itu, bukan?
Continue Reading

Kesuksesan Itu Milik Siapa Saja Yang Mau Berusaha

Setiap orang tentunya memiliki mimpi-mimpinya sendiri. Dengan mimpinya itu orang akan hidup dengan baik, dengan semangat dan dengan senyum yang tulus. Aku pun juga, aku punya banyak mimpi yang kurangkai menjadi sekuali semangat yang akan terus membawaku menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah. Mimpi-mimpiku, aku tidak ingin itu hanya menjadi sekedar mimpi yang cuma menjadi harapan semu.

Aku ingin mimpi-mimpiku menjadi kenyataan. Pasti akan sangat menyenangkan mendapati apa yang kau mimpikan selama ini menjadi sesuatu yang riil. Maka aku memutuskan akan berusaha semampuku untuk menyukseskan proses transisi mimpi-mimpiku menjadi kenyataan. Dan aku memilih satu mimpi ini untuk kuubah menjadi kenyataan, mimpi untuk melanjutkan studiku ke perguruan tinggi negeri dengan jurusan Sastra Jepang.

Continue Reading

BAPAK

Bapak..

Bagiku bapakku adalah laki-laki yang paling bertanggung jawab di dunia. Laki-laki paling baik dan yang paling memahami dan mengerti aku. Bagi kebanyakan orang, bapak mungkin kelihatan sebagai orang yang sangat galak.  Aku pun tidak menyalahkan persepsi orang-orang tersebut. Bapak itu orang Surabaya asli. Lahir dan dibesarkan bertahun-tahun di kota pahlawan tersebut. Logat dan kosa kata Surabaya yang cenderung keras dan kasar kadang  memang masih terbawa sampai sekarang meskipun bapak sudah berpuluh-puluh tahun pindah ke sebuah desa kecil di kaki gunung Wilis. Mungkin itulah yang menyebabkan bapak terlihat galak. Perangainya yang kadang sangat temperamen pun mempengaruhi hal tersebut. Tapi bagiku itu tidak penting. Bagiku bapak tetap sosok yang sangat kukagumi dan kuhormati. Seringkali di depanku bapak menjadi orang yang sangat suka melucu. Tidak bisa serius dan kadang kekanak-kanakkan. Ah, bapakku. Manis sekali dengan dua sisi yang sangat bertolak belakang tersebut.

Continue Reading

TARGET 23

Sudah bukan hal yang luar biasa lagi ketika kukatakan aku seorang pemimpi. Ya, aku adalah seorang pemimpi. Seorang pelukis masa depanku sendiri. Aku suka membuat rencana-rencana untuk setiap momen-momen indah yang mungkin akan ada di masa depanku nanti. Dan TARGET 23 adalah salah satunya. Bolehkah kubagi cerita TARGET 23 disini? Akan kukatakan satu cita-citaku, sebuah impian, sebuah cita-cita awal yang muncul ketika aku bahkan belum tahu apa itu cinta, cita-cita yang masih hidup dalam diriku meski aku sudah memutuskan untuk menundanya. Membatalkannya mungkin.

Cita-cita dan impian untuk menikah muda dan menjadi ibu muda. Aneh? Lucu? Maka tertawalah. Tidak apa-apa. Aku bahkan sering menertawai diriku sendiri dalam hal ini. Terdengaar konyol memang, tapi aku memang menginginkannya. Aku memang yang menjadikannya sebuah impian. Sebab aku ingin menikah di usia dua puluh tiga tahun, lalu memiliki anak di tahun selanjutnya. Itulah kenapa kunamakan impian (cita-cita) ini TARGET 23.

TARGET 23, aku tertawa senang. Menjadi istri. Ada pernikahan. Menyenangkan pasti. Aku akan menjadi wanita paling cantik di hari pernikahanku. Aku akan jadi orang pertama yang mengucapkan alhamdulillah ketika laki-lakiku selesai mengucapkan ijab qabul dalam satu tarikan nafasnya. Aku akan menjadi wanita paling bahagia di hari itu. Aku akan menyukuri detik demi detik melelahkan ketika aku harus menerima dan menyalami setiap orang yang memberi doa untuk kebahagiaan. Aku akan bersyukur. Sangat bersyukur. Aku akan bahagia, sangat bahagia.

Continue Reading

Harapan

Aku adalah orang yang terbiasa bermimpi. Bukan hanya terbiasa, merencanakan sesuatu di masa depan adalah sebuah hobi bagiku. Merencanakan banyak hal-hal besar yang akan membuatku tersenyum.

Aku akan pergi ke Jepang. Aku akan menikah dengan laki-laki yang kucintai. Aku akan memiliki tiga anak yang akan sangat kusayangi. Dan aku akan hidup dengan berguna dan bahagia.

Continue Reading

Sebuah Kisahku dan Mimpi

Setiap orang tentunya memiliki mimpi-mimpinya sendiri. Dengan mimpinya itu orang akan hidup dengan baik, dengan semangat dan dengan senyum yang tulus. Aku pun juga, aku punya banyak mimpi yang kurangkai-rangkai menjadi sekuali semangat yang akan terus membawaku menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah.

Mimpi-mimpiku, aku ingin tidak hanya menjadi sekedar mimpi. Aku ingin menjadikannya kenyataan. Dan aku pun makin percaya pada keyakinanku itu. Mimpi pertamaku, aku ingin melanjutkan studiku ke perguruan tinggi negeri dengan jurusan Sastra Jepang. Aku suka bahasa Jepang, aku suka linguistik bangsa ini. Dan aku ingin memperdalam ilmuku disana, tapi apa boleh buat. 

Continue Reading