Sampai Kapan Pun

“R, lo gak apa-apa?”

Aku bisa merasakan cengkraman tangan di kedua lenganku dan suara samar-samar di dekatku. Aku mencoba mengangkat kepalaku namun rasanya berat sekali.

“R, lo bisa denger gue?”

Cengkraman di lenganku menguat dan aku merasa tubuhku bergoyang. Apa ada gempa bumi? Aku berusaha sekuat tenaga untuk mendongak, dan samar, wajah kalut penuh khawatir yang kukenali sebagai milik D memenuhi pandanganku.

Bagaimana dia bisa ada di apartemenku?

Continue Reading

Jangan Jatuh Cinta Lagi

“Lo bakal nikah di umur dua puluh enam tahun.”

Aku menoleh, terkejut, ada kerutan jelas di dahiku, “Lo mabok?”

Dia terkekeh. Memutar kepalanya menatapku, dan menyipitkan matanya setelah selesai dengan tawanya yang absurd, “Lo ngga percaya omongan gue?”

“Pulang gih. Lo udah mabok.”

Continue Reading