Surat Untuk Suami

Hei, kamu… Suami. Apa kabar?
 
Apakah disana—dimanapun kamu berada—kamu baik-baik saja? Aku selalu berdoa agar kamu baik-baik dan selalu seperti itu. Sebab aku berharap, ketika Tuhan akhirnya mempertemukan kita dalam tegas suaramu di akad kita, kamu menjadi yang terbaik yang selalu Tuhan janjikan untukku. Dan sampai saat itu tiba. Aku akan menunggu dengan (sedikit) sabar di sini.
 
Sejujurnya malah, aku sama sekali tidak sabar. Aku ingin kita bertemu. Aku ingin kita jatuh cinta. Dan aku.. ingin kita menikah. Sehingga bisa kusebut kamu, suamiku. Laki-laki yang dihalalkan untukku. Ah, halal. Pasti sangat membahagikan jika seperti itu, bukan?
Continue Reading

Apa Kabar Remember Us, Kak?

Hallo semuanya..
Saya balik lagi. Sayangnya kali ini bukan untuk posting cerita baru Remember Us atau Xexa, tapi pengen kasih tahu sesuatu. Berhubung saya kurang waktu untuk menyelesaikan RU maupun Xexa bersamaan, saya putuskan untuk menunda Xexa sampai saya selesai menulis RU.
Well, kali ini saya pengen fokus dengan RU. Akhir-akhir ini banyak banget yang nanyain kabar Rena Reven dan sayanya ngga bisa kasih jawaban pasti. Sedih juga, soalnya rasanya hampa. Saya seneng nulis dan sekarang saya bahkan ngga punya waktu buat banyak menulis lagi. Kerjaan di Eropa menyedot habis inspirasi saya dalam berfantasi. Astaga astaga, sepertinya ngga sepenuhnya salah perbedaan prioritas. Hanya saja, saya sedang dalam usaha untuk menyelesaikan satu kewajiban saya pada orangtua. Dan itu membuat saya sepenuhnya harus sibuk dengan pekerjaan dan sekolah.
Continue Reading

Superman Is Dead (Tentang sebuah cerita dan kenangan)

 
Kangeennn….
Sudah nyaris dua tahun lamanya ngga nonton SID live concert. Yah, meskipun begitu, nonton yang di tv macam ini, bisa bikin sedikit.. yah.. aku suka mereka. Dulu, ketika kuliah di Malang dan awal-awal kuliah di Surabaya, aku paling hobi dateng ke konser SID, nonton langsung, jejeritan, joget-joget gila kayak orang stress.. Aaakkk… Sisi “iblis” yang ada di dalam tubuhku keluar ketika aku berada bersama mereka. Well, aku ngga pernah menyesali masa-masa itu. Aku benar-benar menikmatinya. Basah, berhujan-hujanan, diantara kerumunan anak-anak laki-laki. Entah SID konser bersama Bondan, atau Endank Soekamti, atau malah bareng J-Rock dan Kotak, aku ngga peduli, yang penting mah SID-nya. Lapangan Rampal Malang, area luar stadion Kanjuruhan Malang, di Kediri (aku lupa nama tempatnya, kalau ngga salah sih di dekat bangunan ala-ala Paris itu.), di alun-alun Solo, di Surabaya (Lapangan parkir delta, lapangan ole-ole, kodam dll), di Nganjuk (dekat SMA3 Nganjuk) dan.. entah aku hampir lupa dimana saja. Gathering bareng OSD Jawa Timur ketika awal banget ikut fanbase mereka. Hahahaha.. bener-bener pengalaman baru yang super. Aku bahkan ngga membayangkan jika aku akan melakukan banyak hal gila hanya untuk sebuah band, ah tidak.. bagiku Superman Is Dead bukan hanya sebuah band.. mereka… tak terjabarkan kata.
Continue Reading

Sountrack Hari Ini

Maroon Five

Source : Google Image

Entah kenapa akhir-akhir ini suka banget dengerin lagunya Maroon 5 yang BETTER THAN WE BREAK. Entahlah, ada sesuatu dalam lagu ini yang membuatku merasa nyaman mendengarnya. Ada banyak bagian yang rasanya dekat denganku. Mungkin memang ada beberapa liriknya yang terasa, “Wah ini aku banget.”. Hahaha. Seringkali memang kita merasa seperti itu ya, ketika kita mendengarkan sebuah lagu. Jadinya terasa lebih gimana gitu, and yeah, i got it in here.

Continue Reading

Menjadi Dewasa

Ketika perasaan menuntut terlalu banyak dariku. Aku akan berhenti hanya untuk memijat tulang hidungku dan mencoba mendinginkan kepalaku. Bersama dengan semua masalah dan tuntutan yang ada, akankah semua berjalan dengan baik-sesuai dengan yang mereka mau?

Aku tidak pernah mengerti kenapa kepalaku bisa menampung begitu banyak pikiran yang bila kutulispun akan butuh berrim-rim kertas untuk menyalinnya. Aku tidak tahu kenapa aku tidak bisa mengosongkan isi kepalaku sesaat. Tidak memikirkan apa-apa dan merasa bebas. Ya, kebebasan. Aku merindukan saat-saat itu. Dulu, di sebuah masa aku pernah merasakan perasaan itu. Merasa sangat bebas tanpa peduli pada apa yang terjadi, melakukan apa yang memang benar-benar ingin aku lakukan. Bukannya melakukan sesuatu karena orang lain menginginkan aku melakukannya.

Aku berharap aku bisa mendapatkan masa itu kembali?

Continue Reading