Remember Us – Mendekat

Hai kalian semua pengunjung setia blogku dan kalian yang mencintai cerita ini. Aku benar-benar meminta maaf karena mengupload lanjutan cerita ini lama sekali. Aku tahu.. aku tahu. Aku seharusnya mengupload cerita ini pada hari minggu tanggal dua puluh delapan seperti janjiku sebelumnya. Dan aku benar-benar sudah akan melakukannya jika saja charger netbookku yang memiliki sambungan internet, tidak rusak. Aku tidak tahu kenapa, sepertinya aku punya bakat untuk merusak barang-barang yang kugunakan jadi.. yah selama beberapa hari netbook dengan satu-satunya aksesku ke dunia maya itu cuma tergolek tak berdaya karena jiwanya habis. Pendek kata, ngga bisa dicharge soalnya kabel chargernya error. Atau mungkin—entahlah, aku gak ahli di bidang perkabelan.

Well, tapi akhirnya, aku bisa mendapatkan akses internet lagi. Kurasa aku beli charger baru, lumayan nguras isi dompet sih, tapi gimana lagi. Aku juga butuh internet untuk mengurus semua urusanku dengan kampusku agar aku bisa langsung jadi anak kuliahan yang ga lulus-lulus lagi begitu balik ke Indonesia. Anyway, doakan aku ya. Semoga aku bisa lulus setelah dua semester dan segera wisuda (dan mungkin bisa ke Jepang). Aku ngga kepengen jadi mahasiswa Sastra Jepang bangkotan dan menuh-menuhin kantin FIB-nya UNAIR. Kata ibukku, doa yang diamini banyak orang itu manjur. Dan aku percaya—selalu percaya—sama apa yang dibilang ibukku.

Eh, kok aku jadi curhat melantur begini ya. Ah sudahlah, selamat membaca, kalian. Jangan lupa doakan aku dan komen atau share cerita ini ya.

Aku sayang kalian. Sungguh.

Ketjup,

@amouraXexa

P.S New Chapterbesok loh. Sebagai tebusan rasa bersalahku karena selalu ngaret upload RU. Hehehe.

Continue Reading

Remember Us – Lukisan Rowena

Reven menarik nafas panjang, membiarkan udara dingin memasuki paru-parunya. Menebarkan sensasi nyaman yang didapatnya ketika dia bernafas. Dia berdiri di depan balkon bangunan tempat tinggalnya. Menikmati udara malam menampar-nampar wajahnya. Dalam bayangan kegelapan malam, dia mengamati sekitarnya, pepohonan tinggi serupa raksasa gelap mengelilingi mereka, lalu di kejauhan, sebuah tanah lapang luas nampak seolah bergoyang, bunga-bunga ungu setinggi lututnya jelas penyebabnya. Angin sedang bertiup tidak ramah malam ini.

Dia tidak mengerti kenapa Victoria berkeras menyebar benih bunga-bunga ungu itu di dekat kastil kecil mereka ketika sebagian besar anggota kelompok lain menolaknya. Itu hanya akan menarik perhatian dari para manusia. Manusia akan menemukan tempat ini dan pada akhirnya mereka yang akan pergi. Mencari tempat lain dan membangun segalanya dari awal lagi.

Tapi ketika Victoria memaksa, tak ada siapapun bahkan dirinya yang bisa menolak. Victoria memiliki aura itu. Kekuasaan, kekuatan dan pengaruh besar. Tiga hal yang seharusnya bisa digunakannya untuk membawanya pada posisi tertinggi di ras mereka. Namun Victoria menolak dan menyerahkannya padanya, satu hal yang alasannya tidak pernah dia tahu.

“Aku berhutang banyak padamu.”

Continue Reading

Remember Us – Kebenaran yang Terlewatkan

Haloo semuanya.. senang sekali rasanya bisa mengupload chapter ini setelah melanggar janji karena aku bilang aku akan upload chapter baru RU paling lambat hari selasa kemarin. Tapi hari sabtu tidak terlalu terlambat juga bukan? Hahaha salahkan hostfamilyku yang tiba-tiba menculikku ke pegunungan Alpen di Austria. Well, tapi sudahlah.. kalian bisa membaca cerita ini segera dan aku masih harus sibuk mempersiapkan diriku mengepak koper untuk perjalanan lain setelah Alpen. Aku mungkin akan ke Middle Earth.. atau mungkin Westeros??

Astaga.. astaga.. abaikan pikiran gilaku dan selamat memabaca buat kamu, yang mencintai cerita ini. Aku mencintai kalian semua.

Ketjup,
@amouraxexa

Continue Reading

Remember Us – Tujuan Ed

“Aku akan mengantarmu ke sana.”Perlu beberapa detik bagiku untuk benar-benar menyadari apa yang dikatakan laki-laki di depanku ini, “Tunggu sebentar. Aku akan berkemas. Ini tak akan lama. Dan kita butuh lebih berhati-hati. Ingat jam malam.”

Dia mengucapkan kalimat-kalimat itu sambil lalu, meraih tas kulit yang tersampir di dekat perapian dan mengisinya cepat dengan begitu banyak benda. Selama dia melakukan itu, aku hanya mengamatinya. Separuh tidak percaya bahwa makhluk di depanku ini memiliki kepala yang berfungsi penuh. Menurutku kepala kerasnya itu kosong, itulah satu-satunya alasan yang bisa menjelaskan kenapa dia begitu tidak konsisten dengan apa yang keluar dari mulutnya.

“Kita berangkat.” ucapnya setelah bermenit-menit yang lama.

Aku menghela nafas, mengangguk.

Continue Reading

Remember Us – Ingatan yang Kembali

Aku sama sekali tidak tidur. Bahkan sedetik pun tidak. Dan entah mengapa aku pun juga tidak merasa mengantuk. Aku lelah, aku tahu itu. Tapi disaat yang sama aku juga merasa bahwa tubuhku juga menghilangkan perasaan itu. Aku merasa segar tak lama kemudian, bahkan ketika aku sama sekali tidak tidur, tidak minum dan tidak makan.

Helaan nafasku yang dalam terdengar dan aku bergerak, beranjak dari tempat tidur ini. Ini percuma, jika aku hanya berada dalam posisi ini semalaman dan mendengar apapun yang terjadi di luar ruangan ini tanpa melakukan apapun. Aku bisa gila. Aku tahu Ed sudah tidak ada di rumah ini. Aku mendengar dia bangun, melakukan entah kegiatan apa dari suara langkah kakinya, lalu suara itu menjauh. Semakin jauh bahkan ketika suara pintu rumah yang diutup sangat pelan kudengar, dan langkah kakinya semakin menjauh, aku tahu dia pergi.

Continue Reading

Remember Us – Siapa Aku?

Udara yang kuhirup. Batang pohon yang kusentuh. Tanah yang kupijak. Langit penuh bintang yang kutatap. Semuanya mengisyaratkan kehidupan. Semuanya penuh dengan aroma kehidupan. Aku menghentikan langkahku, memandang ke depan. Atap-atap merah memenuhi pandanganku. Sejenak aku berhenti berpikir, memejamkan mataku. Mencoba merasakan sesuatu, dan satu-satunya hal yang bisa kurasakan adalah.. kekosongan.

Continue Reading

Remember Us – Pilihan

Haloo. Haloo… aku datang lagi. Maaf sekali jika postingan semua ceritaku sangat terlambat. Aku lagi malas sekali untuk menulis, soalnya ada setumpuk buku baru yang harus kubaca dan aku tidak bisa meninggalkan mereka. Muahahahha..

Well, karena yang uda ada banyak cuma RU, jadi ini yang bisa kuupload. Lainnya aku harus nulis atau ngedit dulu. Jadi untuk Xexa, Another atau yang lainnya sabar duluuuu yaa.. 😀 😀

Ah aku ada satu pertanyaan.. jika aku menerbitkan HALF VAMPIRE secara indie (self publishing), apakah ada diantara kalian yang tertarik membelinya? Sebab aku berencana melakukan itu. Sekarang HV juga sedang masuk dalam daftar edit.

Jawab pertanyaanku di kolom komentar ya, aku ingin tahu jawaban dari kalian.

Ah astaga, aku mengoceh banyak. Hehehe maaf.. Nah, selamat membaca… 😀

luv,

amouraxexa

Continue Reading