Remember Us – Belahan Jiwa

 

Hai.. hai.. aku datang lagi. Maaf tidak bisa menepati janjiku untuk memposting cerita ini dengan lebih teratur. Aku sedang sibuk berperang. Perang melawan hawa dingin. Winter is coming.. Brrrr.. *Kayak di Game of Throne. LOL*

Aku sedang di Jerman sekarang dan di sini dingin sekali. Sebagai makhluk yang terbiasa hidup di Surabaya dan berjibaku dengan matahari Surabaya yang ejegileeee panasnyee.. Hawa di sini bikin aku langsung mati kutu dan menelan umpatanku pada panas Surabaya. Sekarang aku merindukan dan memuja cuaca panas *tapi ya jangan panas-panas banget kaya Surabaya kalo lagi mode on*.

Nah, selain perang sama hawa dingin.. aku juga lagi sibuk.. narsis. Foto-foto ngga jelas di sini. LOL. Dimanapun dan kapanpun, selfie is the best. Kalian bisa lihat gaya endel-ku tempat apa saja yang kukunjungi di Jerman di IG-ku @amouraxexa , as always. Omaiguuuteee, aku promosi akun sosialku. Uhuk uhuk! *abaikan*

Oh astagaaa astagaaaaa, nulis apa sih aku ini. Eh tapi ngomong-ngomong kalian masih menyukai cerita ini tidak sih? Aku merasa semakin banyak yang meninggalkan Reven dan Sherena.. *pasang wajah sedih*

Tinggalkan komentar kalian ya, biar aku tahu jawabannya.

I love you all..

@amouraXexa

Continue Reading

Remember Us – Janji

“Kau—“

Tapi Morgan menggeleng, “Tidak. Kujelaskan nanti. Sekarang ikut aku, Sherinn. Di sini berbahaya.” Dia melompat, berubah menjadi serigala besar. Matanya menatapku sebentar, memintaku mengikutinya sebelum dia melompat dan pergi dengan cepat. Aku tidak punya pilihan selain mengikutinya dengan tak kalah cepat. Meninggalkan derap langkah kaki yang mendekat ke arah kami.

Morgan membawaku menjauh dari lingkungan kastil. Dia berhenti di bukit terjauh dimana puncak kastil hanya terlihat seperti sesuatu yang samar. Serigala besar itu berbalik dan menghilang,  digantikan sosok manusia Morgan. Seorang laki-laki dewasa dengan telanjang dada, otot-ototnya terlihat jelas, tertutup oleh kulitnya yang berwarna semakin gelap. Morgan terlihat lebih tua daripada ketika aku terakhir kali aku bertemu dengannya. Manusia serigala menua, meskipun dengan proses yang tidak secepat manusia.

Continue Reading

Another Story – Perempuanku

“Kau yakin kita harus mengatakan ini pada Ar?”

Rena mengangguk yakin, wajahnya sama sekali tidak menyiratkan kekhawatiran sedikit pun.

“Aku ingin Ar yang pertama tahu tentang kita, Dev. Kami tidak pernah menyembunyikan sesuatu satu sama lain. Jika aku tidak mengatakan hal penting seperti ini pada Ar, ini akan sangat tidak adil untuknya. Aku tidak bisa.”

Aku mengerutkan kening. Memprotes perempuan di depanku ini sepertinya akan percuma. Dan keyakinannya tentang Ar membuatku entah mengapa jadi sedikit sebal. Kenapa dia malah berkata dengan gigih seperti itu tentang laki-laki lain di depanku?

“Aku masih tidak yakin.”

Continue Reading

Remember Us – Firasat

“Rena..”

Sentuhan lembut tangan Reven di pundakku membuatku mengangkat wajahku. Kedua bola mata biru Reven membingkai wajahku, dengan sabar dia mengusap wajahku, membersihkan tanah yang menempel di wajahku, “Ayo pulang.” Bisiknya.

Aku menggeleng, “Mereka harus membayar ini semua. Aku bersumpah. Mereka harus membayar ini semua.”

Reven mengangguk, “Pasti.” Dan dia menarikku ke dalam pelukannya. Membiarkan aku menangis terisak di dalam pelukannya.

Continue Reading

Remember Us (TEASER)

Halooo, astaga astaga. Rasanya lama sekali sejak aku memposting ceritaku yang terakhir kali. *tengok arsip* OMG!!!! >.< Dua bulan tanpa postingan apapun. Aku merasa berdosa. *pandangin kaca*
Tapiii… aku akan membayar segalanya dengan kejutan ini. Ini juga sekaligus akan menjadi ucapan bahagiaku sebagai seorang Virgo yang telah berulang tahun tanggal dua kemarin. Hahahayy.. tambah tuaaa… *benerin poni*.
Well, tidak perlu berlama-lama. Akan aku katakan apa itu..
Astagaa… aku bersemangat sekali. Emm begini-begini, aku tahu banyak dari kalian yang merindukan HV, dan aku tidak bisa munafik kalau aku juga merindukan mereka semua, terutama REVEN. Astaga.. astaga.. aku kangen nulis tentang dia dan apa yang terjadi diantara dia dan Sherena. Menulis Remember Us yang tidak pasti jadwalnya membuatku frustasi. Jadi aku memutuskan akan menulis RU secara konsisten seperti ketika aku menulis HV, entah untuk satu minggu atau dua minggu sekali. Seperti yang kalian katakan, ini akan lebih seperti HV bagian kedua. Hahahhaha, rasanya seperti menjilat ludah sendiri ketika dulu kukatakan aku tidak tahu akan menulis itu lagi atau tidak. Tapi aku.. aku tidak bisa menghindari pesona Reven. Huhuhuhu.
Tapi.. meskipun RU menjadi proyek tetap, Xexa, Another Story dan Malaikat Hujan akan tetap jalan juga. Jadi kuharap aku punya banyak cadangan imajinasi di kepalaku. Dan sekarang…. selamat membaca.. FYI, ini hanya teaser. LOL 😛
Versi lengkapnya ditunggu saja yaaa…
*kecuuuupp*

Continue Reading

READING LINK : REMEMBER US

Dia berjanji akan mencintaiku selamanya. Dia berjanji akan mengingatku selamanya. Dia berjanji akan melingkupiku dengan kebahagiaan untuk selamanya. Dia berjanji akan selalu berada di sampingku selamanya. Tapi dia berbohong.. Dia membuatku melupakannya. Dia membuat dirinya sendiri meninggalkanku. Dia meninggalkan apa yang telah kuat kami miliki bersama.Dia memilih menjadi pengecut. Dan dia berharap aku kembali padanya setelah semua itu? Dia bodoh. Aku, Sherena Audreista, tidak akan semudah itu menerima semua ini.
Continue Reading