Masa Lalu

Setiap manusia menyandang masa lalu di bahu kirinya dan diberkahi masa depan di bahu kanannya. Seburuk apapun masa lalu seseorang, itulah yang akan dia bawa sampai mati. Masa lalu, kenangan, sebentuk memoriam yang akan membawa satu individu baru pada satu kehidupan yang lebih arif. Melalui proses hidup yang baru dijalaninya, dia akan melangkah dengan pasti ketika masa depan mengembangkan sayapnya, memintanya terbang bersamanya.
Namun, masa lalu tetaplah sebuah masa lalu meski kau berusaha dnegan sekuat tenagamu untuk menghapusnya. Tidak akan ada sesuatu yang bisa mengubah sesuatu yang sudah terjadi di masa lalu, sesuram apapun itu. Kita tidak punya mesin waktu yang bisa mengantar kita untuk berputar kembali pada satu momen yang ingin kita ubah. Tidak bisa. Ini kehidupan nyata dan bukan dongeng yang bisa diubah sesuai dengan keinginan penuturnya. Ini hidup, nyata dan berjalan maju tanpa punya tombol previous.

Maka akupun begitu. Aku punya masa lalu. Baik, buruk, berjalan sesuatu dengan apa yang dengan sadar atau tidak telah kulakukan. Mungkin ada sesal, ada airmata tapi aku tidak punya cukup waktu untuk terus menangisi apa yang sudah terjadi. Aku harus berubah, dan Tuhan memberiku waktu untuk berbenah. Maka aku tahu, aku tidak boleh menyia-siakannya.
Dan disinilah aku, mencoba memulai sesuatu yang baru di kehidupanku yang hampir dua puluh satu tahun ini. Aku mencoba tersenyum pada dunia dan berkata bahwa aku siap memulai pagi ini dengan kebahagiaan-kebahagiaan baru yang akan menaungiku. Aku percaya, aku akan bahagia jika aku berpikir aku akan bahagia.
Namun, ketika aku mencoba memulai sesuatu yang baru. Kamu tidak mempercayai apa yang aku coba untuk mulai. Mungkinkah terlihat sangat meragukan? Jika seperti itu, apa yang bisa kulakukan? Masa lalu itu milikku dan aku tidak akan pernah mengingkarinya. Entah kau menerimanya atau tidak, itu bagian dari diriku yang akan terus mengikutiku sepanjang hidupku.
Ini aku. Jika kau menerimanya. Lengkap dengan semua kurang dan lebihku.
Ini aku. Jika kau menerimanya. Lengkap dengan masa lalu dan masa kiniku.
Aku menulis masa laluku, bukan untuk kau baca dan kau permasalahkan. Aku menulis masa laluku agar aku mengingat. Aku sering lupa dan aku butuh pengingat. Rangkaian kata-kata itu adalah mesin waktuku. Sesuatu yang bisa membuatku mengingat dengan baik apa yang kurasakan dan kulakukan di masa lalu. Bukan untuk kuulangi namun untuk kujadikan pelajaran dalam hidupku bahwa aku harus menjadi seseorang yang lebih baik lagi.
Dan jangan pernah meragukan sesuatu yang sudah kau putuskan untuk kau tinggalkan karena kau tahu jika bukan takdir aku tidak akan kembali. Jangan meragukanku karena aku sudah tidak akan menjadi seperti itu lagi. Jangan meragukanku, kerena ketika kau terus meragukanku, aku akan tahu bahwa kau tidak pernah bisa memberikan kepercayaanmu padaku. Lalu apalah artinya sesuatu baru yang dimulai jika tidak pernah ada kepercayaan. Bahkan karena masa lalu, kau menurunkan kualitas perasaanmu padaku. Aku kecewa. Sungguh. Ternyata aku harus membayar mahal masa lalu yang pernah aku miliki.
Namun tidak ada yang bisa kulakukan jika kau terus marah pada masa laluku sebab aku tidak akan bisa menghapusnya. Masa lalu itu aku dan aku, sekarang sedang berjuang untuk masa depanku. Jangan terus menerus membantah dan mempermasalahkan masa laluku, tidakkah kau merasa itu membuang-buang waktu? Kita punya banyak waktu untuk memikirkan masa depan bukan? Jadi kenapa harus sibuk dengan sesuatu yang tidak bisa diubah. Hidup terlalu berharga untuk disia-siakan seperti itu.
Masa lalu itu permata, namun masa depan adalah berlian yang tidak akan bisa kau tukar dengan apapun. Jadi kita harus berjalan dengan tegap, berkaca pada masa lalu tanpa perlu terus sibuk dengan itu. Mari bangun, bergandeng tangan dan tersenyum pada hari baru.
“Halo dunia, mari kita mulai..”
 
11.26 AM
Nganjuk, 29 Juli 2013

Mau Baca Lainnya?

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.