READING LINK : HALF VAMPIRE

Sherena Audreista tak pernah menyangka bahwa dia akan menjadi seorang calon ratu bagi salah satu ras musuhnya, ras vampir. Namun sekeras apapun dia menyangkal, itu adalah takdir yang harus dijalaninya. Takdir yang digoreskan untuknya melalui Noura, kunci dari segala hal yang selama ini menimpanya. Karena Noura pula dia harus menjalani banyak masa-masa tersulit dalam usahanya menerima takdirnta sebagai seorang calon ratu yang juga half vampire. Bahkan dia juga harus kehilangan salah satu orang yang sangat menyayanginya, Deverend Corbis. Diantara semua masalah yang datang padanya, semuanya akan berujung pada satu pertanyaan yang harus segera dijawabnya, siapakah diantara Reven dan Damis, dua calon penerus Vlad, yang akan dipilihnya menjadi pendampingnya selama dia menjadi calon ratu? Pendamping yang akan menemaninya menghabiskan sepanjang hidupnya sebagai vampir yang utuh.

Continue Reading

READING LINK : XEXA

Putra terkutuk itu menuntut haknya, pangeran kedua. Xexa akan ditemukan. Sang pengikut akan dibangunkan. Dan Sang Tuan menunggu. Masa kedua kegelapan Tierraz menuntut haknya atas bintang dan lentera yang menyinari Tierraz.
Continue Reading

READING LINK : REMEMBER US

Dia berjanji akan mencintaiku selamanya. Dia berjanji akan mengingatku selamanya. Dia berjanji akan melingkupiku dengan kebahagiaan untuk selamanya. Dia berjanji akan selalu berada di sampingku selamanya. Tapi dia berbohong.. Dia membuatku melupakannya. Dia membuat dirinya sendiri meninggalkanku. Dia meninggalkan apa yang telah kuat kami miliki bersama.Dia memilih menjadi pengecut. Dan dia berharap aku kembali padanya setelah semua itu? Dia bodoh. Aku, Sherena Audreista, tidak akan semudah itu menerima semua ini.
Continue Reading

I Love You, Kak

Buku biru lusuh tebal, halaman pertama.

Dear Diary,

Diary, namanya Richo.

Richo Pradatama.

Dialah kak Richo-ku, kuperkenalkan padamu. Kamu harus tahu, diary. Dialah alasanku untuk semua pertanyaan yang ada. Tapi dia begitu sulit kujangkau. Dia begitu jauh… sangat jauh.

Tapi diary

Dia tak tahu.. aku selalu berjalan di belakangnya, berangkat dan pulang sekolah.

Dia tak tahu.. aku selalu menunggunya, di depan rumahnya dan di gerbang sekolah.

Dia tak tahu.

Dia sama sekali tak tahu.

Padahal aku ingin sekali dia tahu.

Aku ingin dia tahu.

Sangat menginginkannya.

Bantu aku memberitahunya satu kalimat ini, diary.

Bantu aku memberitahunya, bantu aku mengatakan kalimat ini.

“I love you, kak.”
                                                                                                         Icha

Continue Reading