I Love You, Kak

Buku biru lusuh tebal, halaman pertama.

Dear Diary,

Diary, namanya Richo.

Richo Pradatama.

Dialah kak Richo-ku, kuperkenalkan padamu. Kamu harus tahu, diary. Dialah alasanku untuk semua pertanyaan yang ada. Tapi dia begitu sulit kujangkau. Dia begitu jauh… sangat jauh.

Tapi diary

Dia tak tahu.. aku selalu berjalan di belakangnya, berangkat dan pulang sekolah.

Dia tak tahu.. aku selalu menunggunya, di depan rumahnya dan di gerbang sekolah.

Dia tak tahu.

Dia sama sekali tak tahu.

Padahal aku ingin sekali dia tahu.

Aku ingin dia tahu.

Sangat menginginkannya.

Bantu aku memberitahunya satu kalimat ini, diary.

Bantu aku memberitahunya, bantu aku mengatakan kalimat ini.

“I love you, kak.”
                                                                                                         Icha

Continue Reading